dear,A


genggaman tangan itu, cubitan itu, semua melayang-layang di pikiranku.
entah sampai kapan bayangan itu bisa hilang, seperti rasanya kita masih bersama.
padahal? tidak.
aku boleh saja berharap jika kita masih baik-baik saja, tapi kenyataannya? oke. cukup waktuku untuk berkhayal.
baru saja aku merasakan apa yang namanya... mm.. pacar? setelah 2 tahun lamanya
awalnya aku emang ragu untuk mengambil keputusan.
aku terlalu banyak menimbang dan menimbang, hingga akhirnya aku menerimamu
kamu itu sosok yang sabar dan sayang sama aku banget (dulu) iyah, dulu...
kamu jadi cowok paling sabar dan paling pengertian yang aku temuin.
setiap harinya rasa sayang itu semakin besar, semakin banyak. hingga aku berada di titik puncaknya. puncak dimana aku takut kehilanganmu
saat masuk di SMA, aku memutuskan mengikuti program akselerasi, aku yakin bahwa disana tidak akan mempengaruhi apapun ttg kita.
kenyataannya aku salah, kamu benar. aku nggak mungkin sesantai dulu main-main bersama kamu. aku pasti sibuk belajar.
okelah, ini bukan keputusanmu saja walau kamu yang memutuskan. ini sudah menjadi keputusan kita bersama iya, bersama-berdua
aku tau, keputusan itu tidaklah meringankan bebanku. ini justru membuatku makin berat. ya, berat mengingat kita bukan apa-apa lagi.
putus bukan hal yang gampang, putus bukan aku tinggal pergi lalu lupa lalu senang. nggak, nggak semudah itu.
Entahlah tapi aku merasa kamu begitu mudah untuk bersenang-senang tanpa ku. tanpaku yang kau bilang masih saudaramu. aku tak tau, kau berusaha kuat atau memang senang dengan keputusan ini. aku benar-benar tak peduli.
sungguh, banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu
apa kamu masih kangen sm aku?
apa kamu masih peduli sama aku?
apa kamu masih bisa menangisi jika suatu saat aku pergi?
sungguh aku tak berani membayangkannya.
kenapa kamu tak pernah membalas smsku?
kenapa kamu tak pernah mengajak bicara aku?
okelah, untuk apa? aku bukanlah bagian penting di hidupmu lagi.
apa yang akan kamu lakukan jika akhirnya aku akan menangis di hadapanmu dan meminta untuk kembali dimana kita masih bersama-sama seperti dulu?
aku ingin melakukannya, tapi aku tau itu tidak mungkin.
bahkan aku tidak tau apakah kamu masih ingat atau tidak, hari ini kita 3 bulan . ya, 3 bulan jika kita nggak mengambil keputusan itu.
apakah sebegitu mudahnya buat kamu ngelupain apa yang udah kita lakuin bersama-sama hingga kamu seperti sudah tidak peduli lagi dengan aku?
sampai skrg masih terbayang-bayang di otakku ucapan "kamu pasti bakal ketemu yang lebih baik"
kamu yang terbaik. TERbaik? iya.. saat ini jawabannya iya.
baiklah, kamu pun juga tak akan tau berapa kali aku menangis,
oiya, apa pedulimu? aku bukan siapa-siapamu
aku cuma pengen kamu tau aja, sampai saat ini. melupakanmu hanya bagaikan lidahku berusaha menggapai hidung. sulit
seandainya..seandainya... aku terlalu lama berandai-andai, terlalu banyak berharap.

dear,A
ajarkan aku bagaimana melupakan seseorang yang pernah kita sayangi dan cintai dg cepat? dulu.. aku pikir hanya ada satu alasan kenapa bisa begitu cepat yaitu karena kita tidak pernah benar-benar mencintai orang tersebut. tapi aku percaya, kamu menyayangiku 100% dulu...

terimakasih... terimakasih untuk cinta yang sudah pernah kamu beri, perhatian, kasih sayang dan semuanya.. thanks bro... :)


About Me

Foto saya
teladan 14 (-0,5) pawitikra 011. "suka jatuh, tapi lebih suka bangkit". taken by Gi.